WPAP dan Tutorial Cara Membuatnya Dengan CorelDraw

0 komentar
Pagi sobat blogger, kali ini saya akan coba share cara pembuatan wpap atau sering kita kenal dengan wedha pop art potrait.
Pertama-tama saya akan jelaskan apa itu wpap. wpap itu sendiri adalah seni melukis atau mentracing wajah foto dengan banyak warna dan bentuk sehingga membentuk suatu kesatuan wajah yang colorful. wpap sendiri merupakan seni desain yang di temukan oleh Bapak Illustrator Asli Indonesia yaitu Pakdhe Wedha Abdul Rasyid. Jadii, wpap itu sendiri asli karya Indonesia gan!
Contoh - contoh karya wpap yang keren :

wpap296a.jpg 
Nah,kalo mau belajar wpap nya, video berdurasi ini cukup membantu :
 



Posting Komentar

Tips Menentukan Tipografi dalam Desain

0 komentar
Halo Sobat Bloggers, kali ini kita akan coba membahas tentang cara menentukan huruf yang sesuai pada desain yang kita buat. Okay, saya akan mencoba menjabarkan apa-apa saja yang harus kita lakukan:

1. Berkenalan dengan Huruf
Sebelum kita masuk ke perancangan, kita harus (setidaknya) mengenal jenis-jenis huruf yang ada, lalu mengenal karakteristik huruf tersebut (berhubungan dekat dengan no.2 dibawah). 

Umumnya, huruf yang ada menyebar dimana-mana digolongkan menjadi empat jenis kelompok besar. Golongan-golongan tersebut adalah huruf yang memiliki kait di setiap ujungnya (Serif), huruf tanpa kait di setiap ujungnya (Sans Serif), huruf dengan struktur menyerupai tulisan tangan (Script) dan huruf yang dihias (Decorative). 


Contoh huruf-huruf Serif : Times New Roman, Bodoni, Book Antiqua, Bookman Old Style, Cambria dan lain sebagainya.
G.01 Times New Roman
G.02 Bodoni MT
G.03 Book Antiqua
G.04 Bookman Oldstyle
G.05 Cambria

Contoh huruf-huruf Sans Serif : Arial, Calibri, Helvetica, Trebuchet, Verdana, Avant Garde, Century Gothic, Myriad Pro dan lain sebagainya.
G.06 Arial
G.07 Calibri
G.08 Helvetica
G.09 Trebuchet
G.10 Verdana

Contoh huruf-huruf Script : Brush Script, Edwardian Script, Script MT (Bold), English111 Vivace BT, Lucida Blackletter, Lucida Handwriting dan lain sebagainya.
G.11 Brush Script MT (Bold)
G.12 Edwardian Script
G.13 English111 Vivace BT
G.14 Lucida Blackletter
G.15 Lucida Handwriting


Contoh huruf-huruf Decorative: Babby Kruffy, Batman Forever, Ransom, Broadway, Cheatin, Chicken Scratch, Crass, Curlz MT dan lain sebagainya.
G.16 Baby Kruffy
G.17 Batman Forever
G.18 Ransom
G.19 Chicken Scratch
G.20 Crass
G.21 Curlz MT
Okay, sekarang kita sudah mengetahui tiap-tiap jenis huruf dikelompokkan berdasarkan penampilan fisiknya (struktur), sekarang kita akan mencoba berkenalan dengan sisi kepribadiannya (karakternya). Ya, benar huruf juga sama seperti kita punya karakteristik yang khas dan berbeda dengan huruf lainnya. Karakter merupakan citra, kesan, sifat yang dimiliki sebuah huruf. Secara umum, faktor yang paling mempengaruhi karakter tersebut adalah struktur huruf (bentuknya), sisanya dapat diperkuat dari warna, ukuran dan posisi dimana huruf-huruf nantinya ditempatkan dalam bidang desain. Keseluruhan faktor tersebut diatas nantinya akan ditentukan dengan pengalaman visual kita. Maksudnya, jika kita tidak punya referensi dan kepekaan terhadap suatu karakter, maka kita kesulitan dalam memaknai karakter huruf yang dimaksud. Untuk lebih jelasnya mari kita sama-sama lihat contoh berikut ini.
G22. Font dengan karakteristik tertentu
Gambar G.22 memiliki nama font 'Adventure', namun tanpa melihat nama hurufnya, kita dapat merasakan citra yang muncul dari bentuk huruf tersebut bukan? Saya pribadi sependapat bahwa citra atau karakter yang dimiliki font tersebut adalah "aksi dan petualangan". Pernyataan saya tersebut (mungkin Anda juga) mungkin didasari oleh pengalaman visual kita di masa lalu.
G.23 Film yang menjadi referensi visual kita
Begitu kuatnya karakter dan citra film Indiana Jones ini, sehingga ketika kita melihat jenis font 'adventure' diatas, maka pikiran kita akan secara otomatis mengacu kepada "aksi petualangan" atau film Indiana Jones-nya itu sendiri.


Saya rasa penggunaan jenis font (warna dan skala) judul film pada gambar G.23 sudah sangat tepat. Kita bisa rasakan perbedaan citra atau karakter yang muncul jika jenis hurufnya kita ganti seperti pada gambar G.24 dibawah ini.
G.24 Perubahan citra yang diakibatkan perubahan jenis huruf
  
Ya, kita bisa merasakan dengan pasti kan, kalau penggunaan jenis huruf pada gambar G.24 justru mengurangi citra petualangannya. Itu karena kita sudah "sepakat" bahwa karakter Indiana Jones adalah Adventure dan citra Adventure tersebut diwakili oleh jenis huruf adventure pada gambar G.22 bukan? semoga Sobat Bloggers tidak bingung yah :D

G.25 Mana saja citra yang cocok? (klik gambar untuk memperbesar)
Gambar G.25 menunjukkan bahwa dalam mengungkap sebuah citra, persepsi huruf dapat berbeda, tergantung konteks bentuk hurufnya. Misalkan kata "Gagah Berani" pada kolom kiri baris pertama dengan pada baris ke-enam mungkin konteksnya berbeda jaman atau waktu. 

Baris pertama mengisyaratkan citra gagah berani milik tentara, namun baris terakhir mencitrakan gagah berani para koboi di daerah Barat. 
Dengan melihat beberapa contoh  diatas dengan menggunakan berbagai jenis huruf, kita dapat menilai jenis huruf mana yang cocok dipasangkan dengan kata "GAGAH BERANI" tersebut :)


Sebenarnya kita bisa belajar melalui melihat contoh-contoh nyata yang ada di sekitar kita. Dengan melihat contoh-contoh tersebut lambat laun kita akan belajar menajamkan indera perasaan kita, sehingga nantinya kita bisa dengan cepat merasakan "pas" atau tidaknya sebuah penggunaan jenis huruf pada sebuah desain. Dengan kata lain, kita harus lebih peka melihat citra tipografi dalam setiap aplikasi desain seperti pada reklame, billboard, spanduk, kemasan, logo dan lain sebagainya.



2. Kenali Masalahnya
STOP! Anda jangan buru-buru menyalakan laptop atau komputer apalagi membuka program pengolah vektor (Adobe Illustrator atau CorelDraw). Menurut saya ini adalah salah satu kelemahan desainer, yaitu kita terlalu bersemangat menuangkan gagasan-gagasan di kepala kita dengan menggunakan bantuan piranti komputer. 


Kelemahan yang saya maksudkan adalah dengan langsung membuat desain di komputer, akan menjerumuskan dan mengaburkan visi gagasan yang sudah kita miliki sebelumnya. Ibaratnya kita sudah punya imajinasi font yang cocok, namun di komputer kita akan bertemu beribu-ribu font - setelah kita melihat semua font di komputer dengan harapan akan menemukan font yang cocok, alih-alih kita akan terjebak dan kebingungan sendiri akan menggunakan font yang mana. Hal itu diakibatkan karena kita tidak memiliki jalur konsep, sehingga kita dengan mudah kehilangan arah (visi gagasan).
Kita seringkali terlena bahwa desainer yang baik adalah desainer yang menguasai keahlian komputer. Memang demikian, namun keahlian komputer BUKAN yang utama. 


Menurut saya hal yang terutama adalah bagaimana cara kita memahami permasalahan yang hendak kita hadapi dan berpikir mengenai konsep serta pemecahan masalah tersebut. Ya, langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menuliskan semua pemikiran Sobat Bloggers di atas kertas (mind mapping) langkah selanjutnya adalah melakukan riset tentang masalah yang sedang dihadapi. Dari dua langkah tadi, kita dilatih untuk menjadi lebih mengenal permasalahan dan lebih dekat dengan solusinya. Okay, mungkin Anda sedikit bingung membaca penjelasan saya ini. Saya akan coba berikan contoh:


Misalkan kita diminta untuk membuat sebuah poster film dengan tema horror tradisional mencekam yang berasal dari suatu daerah di Propinsi Jawa Barat, dengan setting waktu sekitar tahun 1980an. Setelah mengetahui gambaran umum masalahnya, kita jangan buru-buru memilih huruf yang akan dipakai di komputer. Mungkin di pikiran kita sudah memiliki gambaran jenis huruf yang terasa cocok dengan tema film tersebut, namun secara khusus permasalahan bertumpu pada budaya daerah tertentu dan pada masa waktu tertentu pula. 
G.26 Mind mapping tetap gunakan media tulis jangan menggunakan software mind mapping di komputer


Dengan demikian langkah pertama adalah: Mind Mapping, tuliskan semua hal-hal atau gagasan yang berkaitan dengan topik tersebut, tuliskan apa saja - jangan ragu-ragu pokoknya Anda tuliskan semua yang terlintas di benak Anda. 


G.27 Riset merupakan koridor Anda dalam membangun konsep
Langkah kedua adalah Melakukan Riset. Anda bisa membaca buku, mengobrol dengan para pakar atau narasumber, budayawan, Anda bisa mendatangi perpustakaan setempat dan membaca mengenai literatur budaya atau dokumentasi setempat dan lain sebagainya. Seperti telah dijelaskan di atas, maksud dari kedua langkat ini adalah supaya Anda semakin mengenal dan memahami duduk perkara permasalahan dengan demikian harapannya Anda akan semakin dekat dengan titik terang rancangan desain poster film horror tersebut.


Semakin Anda mengenali permasalahannya (contoh film horror diatas) maka semakin tajam juga konsep yang akan Anda buat. Misalkan dengan memahami jalan cerita atau naskah filmnya, kita tidak mungkin "memukul rata" semua film horror indonesia menggunakan jenis huruf yang berdarah-darah dan menetes. Kenapa? karena belum tentu film tersebut mengutamakan "darah-darah"nya tadi.. iya kan? :)

3. Jangan Cepat Puas
Okay, tips selanjutnya yang menurut saya perlu dibahas disini adalah perasaan jangan cepat puas. Maksudnya bisa secara konseptual maupun eksekusi pembuatan visual desain. Kita sebaiknya terus-menerus menggali dan mengembangkan gagasan secara konsep, karena nantinya konsep tersebut yang akan dipakai sebagai acauan untuk membuat visual. Dan setelah kita membuat visual, jangan terlalu cepat puas juga. Biasakan membuat alternatif desain yang banyak, karena biasanya visual pada tahap-tahap awal masih merupakan ide atau gagasan "pemanasan". Maksudnya gagasan yang juga terpikirkan oleh orang lain. Jadi teorinya, semakin kita menggali serta mengembangkan gagasan maupun teknis visual kita, maka akan semakin unik desain yang kita buat. 


Ya, jangan lupa bahwa desain grafis itu sangat dinamis, maksudnya adalah banyak hal yang bisa kita ubah menjadi alternatif desain yang berbeda. Hal tersebut adalah elemen desain itu sendiri seperti ukuran, bentuk, warna, layout dan lain sebagainya. Pembahasan khusus mengenai elemen desain grafis beserta prinsip-prinsipnya bisa Anda baca disini ;) 

4. Jangan Malas
Ya, siapapun pasti pernah terserang oleh perasaan malas. Rasa malas kadang sulit sekali untuk dilawan, alhasil kita akan mengambil jalan cepat atau jalan mudahnya saja, yaitu ya.. desain yang seadanya.


Kalau kita dituntut untuk menghasilkan karya desain yang profesional, maka mau tidak mau kita harus mampu mengatasi masalah yang satu ini. Kunci untuk melawan rasa malas tersebut adalah motivasi diri, pikirkan apa yang dapat memotivasi Anda untuk tetap maju melakukan riset di luar kota, membuat berbagai macam alternatif desain, mengembangkan gagasan, mencari sumber-sumber referensi desain, mencari jenis-jenis font di komputer dan lain sebagainya.



5. Batasi Diri!
Ya, poin nomor 5 ini adalah kebalikan dari nomor 4 diatas. Biasanya kita terlalu bersemangat mendesain, dalam hal ini konteksnya memilih jenis huruf. Dikarenakan terlalu bersemangat memilih dan memilah berbagai jenis huruf, kita seringkali lupa bahwa pada halaman desain yang kita buat, dibangun dari banyak sekali jenis huruf yang berbeda. 


Umumnya kita mempertimbangkan jumlah jenis huruf yang akan ditampilkan, apalagi jenis-jenis huruf tersebut berasal dari kelompok yang berseberangan (Serif, Sans Serif, Script dan Decorative). Apabila hal ini tetap dipaksakan, maka visual desain kita akan menjadi tidak enak dipandang. Karena kita harus tetap ingat, bahwa elemen desain yang digunakan tidak hanya huruf saja, mungkin masih ada foto, ilustrasi, bentuk-bentuk organik-geometrik, permainan warna, ukuran dan lain sebagainya. 


Sebaiknya gunakan maksimal dua jenis huruf yang berbeda, tapi kalau memang dibutuhkan sekali, ya tiga juga tidak apa-apa (deh) :p
Tipsnya adalah gunakan sedikit jenis huruf, namun manfaatkan keluarga huruf tersebut (family type). Misalkan untuk pesan utama gunakan Arial Black dengan ukuran maksimal 24pt, untuk sub-pesan utama tersebut kita bisa gunakan Arial (Bold) 14pt, untuk isi teks kita bisa gunakan Arial (Regular) 12 point dan sebagainya.


Perlu diingat bahwa desain yang terlalu memaksakan semua unsur desainnya untuk muncul akan mengakibatkan informasi dan komunikasi yang hendak disampaikan  menjadi tidak jelas sehingga sulit diterima oleh audience.

Posting Komentar

Mau Kuliah Desain Komunikasi Visual? Mau Kuliah di Kampus Technopreneur ? CBI Adalah Pilihan Tepat !

0 komentar
Anda berminat di bidang Desain Grafis? Atau minatnya di Animasi? atau malahan minat Anda di bidang Fotografi / Videografi ?

Begabunglah di Desain Komunikasi Visual di Cyber Business Instititute !

Program Desain Komunikasi Visual yang diadakan Cyber Business Institute untuk melahirkan calon profesional dan calon business owner di bidang GRAFIS dan MULTIMEDIA ANIMASI. Cyber Business Visual Communication Design memiliki kurikulum yang berbobot di dunia broadcasting and visual communication sebagai berikut :

-CHAPTER I -

* Pengantar Ilmu Komputer

Berisikan pengetahuan umum tentang komputer serta dasar-dasar ilmu komputer.

* Pengantar Bahasa Inggris

Berisikan pembelajaran dasar tentang Bahasa Inggris.

* Digital Illustration (Materi Utama)

Bagaimana memahami dasar pembuatan ilustrasi dan layout menggunakan software berbasis vektor.

* Digital Imaging (Materi Utama)

Mempelajari Teknik optimasi dan memperbaiki foto digital dan juga mempelajari efek digital.

* 2D Animation (Materi Utama)

Diperkenalkan animasi slow motion dengan mengintegrasi suara, ilustrasi, foto dan video sederhana serta peserta mempelajari penerapan dasar – dasar animasi 2D.

* Intro To Business

Disini kamu-kamu diajak untuk lebih dalam melihat peluang bisnis masa depan.

-CHAPTER II -

* Mastering CMS (Content Management System)

Kamu-kamu akan dibuat mahir dalam membuat situs web yang statis maupun dinamis melalui CMS yang ada seperti Joomla & WordPress. Nantinya akan jadi bekal buat kamu tunjukin ke masyarakat luas hasil karya dan promosi kemampuan kamu di bidang komunikasi visual.

* Fotografi & Videografi (Materi Utama)

Bekal pemahaman tentang teknik-teknik pengambilan gambar statis maupun objek bergerak. Serta diberikan teknik reportase.

* Digital Video & Audio (Materi Utama)

Memperkenalkan prinsip video editing dan pembuatan efek visual. Mempelajari seputar teknik editing, capture video dan output, serta efek transisi, animasi video dan teknik editing suara.

* Etika Bisnis

Mempelajari tentang cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.

-CHAPTER III -

* 3D Visualization (Materi Utama)

Mempelajari modeling basic menggunakan 3D studio MAX serta penerapan material.

* 3D Animation (Materi Utama)

Peserta mempelajari penerapan dasar – dasar animasi 3D.

* Visual Effects (Materi Utama)

Memperkenalkan pembuatan efek visual dengan mempelajari teknik untuk membuat efek visual yang menakjubkan dan motion graphic design dengan kualitas broadcast.

* Creative Thinking

Poin penting dalam pembelajaran ini adalah bagaimana kita dapat memahami konsep, menggunakan penalaran, memecahkan masalah, dan mengkomunikasikan gagasan sebagai pembekalan menjadi seorang Technopreneurship.

APLIKASI BISNIS

Peserta melakukan kerja praktek di rumah produksi atau perusahaan berbasis IT dan multimedia.



Posting Komentar

Tutorial : Cara Membuat "Little Red Riding Hood" dengan Basic Shape di Illustrator

1 komentar
 
Dalam tutorial ini Anda akan belajar cara membuat kartun menggemaskan Little Red Riding Hood dengan keranjang dan seikat bunga. Anda akan menggunakan Pen Tool (P) dan bentuk dasar seperti Rectangle Tool (M), Ellipse Tool (L) dan Polygon Tool. Ini adalah tutorial yang bagus bagi mereka yang mendapatkan memahamkan alat dasar Adobe Illustrator. Oke langsung kita coba buat ya :)


Step 1

Mari kita mulai dengan membuat dokumen baru. Kemudian kita akan menggambar sebuah lingkaran (warna R = 223, G = 178, B = 139), menggunakan Ellipse Tool (L). Anda ingin bagus bahkan lingkaran, sehingga Anda harus menekan dan tahan tombol Shift untuk ini. Ini akan menjadi wajah seorang gadis kecil ..

Step 2

Berikutnya - mata. Ambil Ellipse Tool (L) (warna R = 242, G = 242, B = 242) dan menggambar lingkaran lain untuk mata. Jika Anda menempatkan mata di bagian bawah wajah, Little Red Riding Hood akan terlihat lebih seperti anak.

Step 3

Buat dua lingkaran seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah. Mereka adalah pupil dari mata (warna R = 84, G = 49, B = 36,) dan sorot (warna R = 255, G = 255, B = 255).

Step 4

Sekarang kita menarik bulu mata, menggunakan Pen Tool (P). Gunakan warna coklat yang sama sebagai pupil dari mata.
Mengubah arah Pen Tool untuk menyelesaikan bulu mata pertama.
Terus menarik bulu mata kedua, dari ketiga. Juga jangan lupa untuk tutup path nya.

Step 5

Sekarang Anda memiliki bulu mata, namun mereka berada di atas mata. Hanya dengan menarik mereka lebih dekat ke mata dan kemudian tarik di bawah lingkaran mata pada panel Layers.

Step 6

Sekarang kita akan cukup membuat mata yang lain. Pilih seluruh mata dengan bulu mata (tetapi tidak wajah) dan klik kanan pada mouse. Pilih Transform> Reflect.
Sebuah window dialog akan muncul, meminta Anda untuk memasukkan sumbu refleksi Anda. Anda perlu memeriksa Vertikal dan tekan Copy. Jauhkan pemilihan mata kedua dan drag di sisi kanan wajah.

Step 7

Sejajarkan mata. Pilih dua mata, klik kanan pada mouse anda dan pilih Group (Ctrl + G). Jauhkan mereka memilih dan menahan tombol Shift pilih juga wajah. Pergi ke panel Align (Window> Align) dan tekan Align Horizontal Center.

Step 8

Membuat mulut. Gambarlah sebuah lingkaran merah muda (warna R = 235, G = 122, B = 121).
Memegang bersama Shift + Alt, memindahkan lingkaran ini sampai kecil. Tombol Shift untuk bergerak lurus, dan Alt tombol - untuk menduplikasi objek. Di panel Pathfinder, pilih Minus Front.

Step 9

Tempatkan mulutnya di wajahnya.

Step 10

Mari kita tambahkan beberapa pipi rosey, mereka adalah karakteristik besar pemuda dan berada di udara segar. Jadi, mari kita menarik pipi pink! Gunakan Ellipse Tool (L) untuk membuat sebuah elips (warna R = 223, G = 160, B = 133).

Putar elips ke kiri.


Step 11

Buat pipi kedua dengan memilih yang pertama dan klik kanan mouse dan pilih Transform> Reflect. Pilih Vertikal dan klik tombol Copy pada Panel Reflect. Sekarang Anda memiliki dua pipi. Menempatkan mereka di wajah.

Step 12

Menggambar rambut. Anda akan membutuhkan Pen Tool (P) dan mengisi warna R = 135, G = 83, B = 65. Cobalah untuk menggambar seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Dan hasilnya. Tentu saja, Anda dapat menarik potongan rambut lain, jika Anda ingin.


Step 13

Mari menambahkan beberapa highlight pada rambut. Lagi menggunakan Pen Tool (P) dan mengisi warna R = 144, G = 96, B = 77.

Step 14

Sekarang tudungnya. Pilih wajah dan tekan Ctrl + C dan setelah itu Ctrl + B untuk menduplikasi wajah belakang. Jauhkan lingkaran baru dipilih, pilih warna mengisi R = 204, G = 72, B = 69 untuk itu dan membuat sedikit lebih besar daripada wajah.
Ambil Direct Selection Tool (A) dan pilih jangkar tertinggi pada kap mesin. Kemudian tekan beberapa kali tombol di atas keyboard Anda.

Step 15

Menggambar jubahnya. Pilih warna merah sebagai tudung (Anda dapat menggunakan untuk itu pipet Tool (I)). Kemudian pilih Pen Tool (P) dan menggambar bentuk seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

Pilih bentuk ini dengan Selection Tool (V) dan klik kanan mouse Anda. Pilih Transform> Reflect. Pada jendela dialog yang akan muncul refleksi Vertikal pilih dan tekan Copy. Anda akan memiliki gambar yang sama.


Step 16

Tempatkan tudung di bawah kepala si Little Red Riding Hood.

Step 17

Sekarang bajunya. Pilih warna mengisi R = 242, G = 118, B = 140 dan menggunakan Pen Tool (P) menggambar bentuk yang sama seperti pada gambar di bawah ini. Juga Anda bisa membuat bentuk ini dari Ellipse Tool (L) dengan menambahkan atau menghapus jangkar..

Ini gaun. Masukan gaun di tempat dan meletakkannya di bawah cape., Menggunakan Ctrl + X dan Ctrl + B.


Step 18

Selanjutnya lengan. Pilih warna yang sama seperti wajah dengan pipet Tool (I) dan membuat sebuah elips.
Putar sedikit ke kiri. Menahan Shift dan Alt pada saat yang sama, tarik elips ke kanan.
Kemudian pilih dua elips dan di tekan panel Pathfinder Minus Front.

Step 19

Buatlah dua elips untuk tangan, menempatkan mereka bersama-sama dan tekan Bersatu pada panel Pathfinder.
Buatlah dua bagian bersama-sama. Pilih seluruh lengan dan tekan Bersatu sekali lagi. Pindahkan jangkar untuk menciptakan hasil yang lebih baik. Sekarang kita memiliki lengan.

Step 20


Kedua lengan dapat dibuat dengan klik kanan pada mouse dan pilih Transform> Reflect > Copy


Tempatkan lengan bawah jubah.


Step 21

Kaki. Gunakan Rectangle Tool (M) dan menggambar persegi panjang. Ambil Direct Selection Tool (A) dan memindahkan jangkar untuk membuat sebuah persegi panjang yang lebih luas di bagian atas. Kemudian membuat kaki lain.
Dan menempatkan orang di tempat di bawah gaun (Ctrl + X dan Ctrl + B).

Step 22

Sekarang waktunya untuk sepatu. Lagi - membuat elips dan mengisinya dengan warna R = 184, G = 98, B = 98.
Pilih dua jangkar menggunakan Direct Selection Tool (A). Dan menggeser mereka. Selama pergeseran Anda akan perlu tahan tombol Shift untuk membuat lintasan lurus.

Step 23

Membuat satu salinan ini lebih banyak di belakang. Pindahkan salinan baru sedikit ke bawah dan isi dengan warna lebih gelap (R = 145, G = 73, B = 73)..

Step 24

Dari panel Brush pilih Artistic Caligraph 10 pt. Putaran Brush. Dan menarik tali dengan kuas ini. Anda dapat mengubah ketebalan tali dengan meningkatkan atau mengurangi stroke (saya menggunakan 5 pt Stroke Berat)..

Step 25

Buat salinan sepatu dengan refleksi dan tempat pada kaki.


Step 26

Sekarang kita akan membuat keranjang. Membuat oval horisontal coklat muda (warna R = 153, G = 100, B = 55).

Gambarlah sebuah persegi panjang di atasnya, pilih dua bentuk dan pada pers panel Pathfinder Minus .

Sekarang kita memiliki dasar keranjang

Step 27

Make a horizontal reflection of the base. Hold Shift + Alt and drag copy of reflection slightly down.
Tekan Minus Front pada panel Pathfinder. Anda akan mendapatkan pegangan keranjang.

Step 28

Membuat dudukan kecil dan meletakkannya di suatu tempat. Juga menaruh dudukan ke belakang.

Step 29

Terus menekan Alt + Shift + dasar ke kiri diagonal.
Pilih lagi dasar (bukan copy) dan tekan Ctrl + C, Ctrl + F. Isi dengan warna yang lebih gelap (R = 135, G = 86, B = 49). Sekarang klik pada gelap copy dan pada salinan, yang Anda telah beralih ke diagonal kiri dan tekan Minus depan.
Hasilnya adalah bayangan di sepanjang bagian bawah keranjang.

Step 30

Pilih ringan mengisi coklat (warna R = 168, G = 122, B = 78) dan membuat persegi panjang dengan menggunakan Rectangle Tool bulat atas keranjang..

Step 31


Untuk melengkapi keranjang kami Anda akan memerlukan hanya selendang biru. Kita perlu membuat segitiga: pilih Polygon Tool dan klik di suatu tempat di tempat kerja Anda. Pada jendela dialog pilih 3 sisi dan isi dengan warna biru muda (R = 159, G = 187, B = 158).

Tambahkan satu jangkar lebih ke selendang di atas, dengan menggunakan Pen Tool (P). Membuat jangkar halus juga oleh Pen Tool (P) dan bergerak ke atas.

Step 32

Pasang selendang pada keranjang.
 

Step 33

 Satukan keranjang, taruh dibelakang tangan, dan selesai
HASIL AKHIR



Sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat :)


1 comment

Posting Komentar